Sebab–Akibat ke-Ge-eR-an

Awalnya, Juli 2009.
Hari itu, pulang sekolah aku gak langsung pulang, tapi mampir dulu ke warnet soalnya koneksi internet di rumah lagi eror. Nah, pas di warnet, aku ya nge-net lah. Masih biasa aja tuh, belum ada kejadian yang berarti. Waktu aku bayar di kasir, ada cowok di sebelahku yang ngeliatin, tapi aku masih cuek aja tuh, paling juga orang iseng. Pas aku lewat parkiran motor, tiba-tiba cowok yang tdi ngeliatin aja bilang gini, “Lho? Anak SMA ** juga ya?” ya aku jawab lah , “Iya.” Terus orangnya nanya lagi, “Kelas berapa?” ya ku jawab, “Kelas sepuluh. Kalo kamu?”, “Kelas sebelas.” Doeng ! dia kakak kelas ternyata, “Wah . , maaf-maaf. Tak kira’in masih kelas sepuluh juga”. Dia jawab , “Gak papa. Mau pulang? Rumahnya dimana?” . “Di **” (kata-kata kuncinya di sensor demi keselamatan bersama). Dia jawab lagi, “Wah . , sejalur dong. Aku di ******. Bareng aku aja ta?” dia nawarin buat nebeng. Yah . , berhubung hari dah sore ya aku mau aja lah, mumpung ada tumpangan gratis, langsung sampek rumah lagi. Akhirnya nebeng juga aku ke mas-nya.
Pas di jalan dia nanya, “Oh iya, namanya sapa?” .
“Arya. Kalo mas-nya?” .
“(anggep aja) Hankyung. Kamu kelas sepuluh apa?” .
“Sepuluh *.”
“Wah , unggulan mandiri ya? Aku dulu sepuluh * unggulan mandiri juga. Ikut ekskul apa? Ikut paski gak ?”
“Aku gak suka paski. Aku ikutnya mc.”
“Oh , aku punya temen ekskulnya mc namanya (anggep aja) Aeris”
“Oh iya kenal. Itu juga kakak kelasku pas SMP kok”
“Kamu kalo sekolah naik apa? Dianterin ta?”
“Nggak. Aku naik angkot lah.”
“Gak bawa motor sendiri?”
“Ya gak lah. Lha aku kan belum dapet SIM”
“Ya di tuakan aja umurnya”
“Nanggung”
“Lain kali kalo pas pulang liat aku, panggilen ae gak papa.”
“Wah , baik banget, makasih-makasih.”
Nah, selanjutnya, aku ngarahin dia, ngasih tau jalanya (Jadi kayak naik ojek. Beneran lo). Pas udah nyampek rumah, aku nanya, “Mas tau jalan keluarnya gak?” dia jawab, “Gak tau, tapi ntar tak cari’e wez.” Wah , kalo ni orang nyasar kan gak enak aku jadinya. Jadi, dia tak kasih tau jalan keluarnya, tpi bodohnya aku bukanya ngasih tau jalan yang udah di aspal tapi malah ngasih tau jalan yang cepet tapi makadam. Bodoh.
Sejak saat itu, tiap kali aku ketemu sama orang itu di sekolah, orangnya mesti tak sapa tapi sialnya orangnya responya lama. Ya aku cuman nyapa tok i. Tapi, dari awal ketemu, kok kayaknya dia itu mirip sama sapaaa gitu. Setelah tak amati, tak liatin. Aku baru sadar kalo orangya pas ketawa ekspresinya kayak (calon suami masa depan) Hankyung Super Junior. Dengan konyolnya tiap ada orangnya entah jauh ato deket, aku ngliatin terus (bodoh) lha soalnya orangnya mirip Hankyung. Jarang banget kan ada spesimen se-menakjubkan Hanyung (masterpiece-nya Sang Pencipta. Lebay mode : on).
Namanya juga cewek, he.he.he. ^^, ya , aku cerita ke temenku. Mereka nggak percaya kalo mas itu mirip sama Hankyung. Bodohnya . Aku plus temen-temenku mesti nggliatin orangnya, terang-terangan lagi.Bodoh. Ya, akhirnya dia ke-ge-er-an. Sampai sekarang!
Jadi, setiap kali aku ketemu sama orangnya ato ketemu sama temenya, mereka pasti berpandangan aneh gitu. Tingkahnya juga. Masak mereka dorong-dorongan tiap kali lewat kelasku (kelasnya sering dapet deket lagi) sampe ada yang masuk kejeblos ke kelasku. he.he.he. Nek buat aku seh gakpapa, itung-itung hiburan. Tapi mereka malah jadi tontonan orang. ^^ he.he. Kasian banget deh kamu mas. Maap yo ^^, lucu seh . <

Read Users' Comments (0)

Awal Dari Semuanya . .

Kadang aku lupa kalau mereka hanyalah manusia
Kadang aku lupa kalau mereka hanyalah manusia. Kadang aku lupa kalau mereka hanyalah remaja. Kadang aku lupa kalau mereka hanya sedang jatuh cinta. Kadang aku lupa kalau mereka juga merasakan kerumitan yang sama dalam kisahnya yang berbeda. Ini hanya sebuah kisah tentang para remaja yang jatuh cinta. Betapa lucu, betapa konyol, betapa tak masuk akal, betapa indah, betapa mengharukan.

***

Remaja. Apa yang pertama kali kalian pikirkan saat mendengarnya ? Kalau aku, itulah aku sekarang. Seorang remaja. Para orang dewasa beranggapan bahwa masa remaja itu adalah masa yang paling indah, karena mereka berhasil melaluinnya dan memiliki banyak kenangan tentangnya. Namun bagiku, yang masih remaja, masa remaja itu masa yang paling membingungkan sekaligus menakjubkan. Aku mulai bertanya-tanya bagaimana diriku yang sebenarnya, apa yang aka kupilih untuk karir masa depan, manakah sahabat yang cocok untukku, kenapa Super Junior begitu keren, kenapa Yunho begitu tampan, dan bagaimana caranya menyesuaikan jadwal padat SMA dengan jadwal tayang Power Rangers. Pada saat remaja jugalah aku mengalami ini. Sebuah kisah tentang aku dan beberapa remaja lainya. Pengalaman ini membuatku sadar kalau setiap orang memilki kisah yang mengagumkan dan orang yang tak kita kira malah orang yang memilki kisah menakjubkan untuk kita tambahkan dalam kisah kita sendiri.

***

Semuanya bermula saat aku masuk SMA. Kabut menutupi sang mentari yang tersipu malu saat aku berangkat ke sekolah. Ini hari pertamaku dan aku sudah gugup tak keruan (hey, ayolah. Aku kan akan masuk daerah yang sama sekali berbeda dan asing, yaitu gedung tinggi menjulang yang bernama SMA). Jarak rumahku ke sekolah cukup jauh dan aku harus naik kendaraan umum, atau sebut saja angkot, dengan dua kali oper.
Huft, ini hari pertamaku tapi aku sudah setengah matang di dalam angkot saking panasnya. Tiba-tiba angkot GA (Gadang-Arjosari) yang kutumpangi berhenti dan naiklah seorang cewek yang langsung mencuri perhatianku (Ini bukan berarti aku lesbi lo, tapi ada sesuatu -yang entah apa- tentang dia yang unik dan berbeda). Dengan bodohnya aku ngeliatin cewek yang duduk di depanku itu (untung orangya gak sadar kalu diliatin). Badge lokasi di lengan kanannya menuliskan sekolah yang sama denganku. Tapi sepertinya dia kakak kelasku, karena seragamnya keliatan lama (murid kelas satu seragamnya pasti masih baru). Kalu dari wajahnya, keliatan banget kalau dia keturunan Cina. Kulitnya putih, matanya agak sipit, bibirnya agak tipis, tapi rambutnya keriting. Kesan pertamaku tentang cewek itu adalah unik. Ekspresinya memberi kesan sifat yang yang lucu dan santai. Duh , pengen banget aku kenalan, tapi takutnya ntar dikira SKSD alias sok kenal-sok dekat.
Setelah dikukus angkot sampai mukaku merah kayak udang, akhirnya aku sampai juga di sekolah. Gedungnya setinggi dua tingkat tapi lahanya tak terlalu luas. Masih dengan rasa ingin tahu yang aneh, aku tetap ngeliatin mbak-nya sampai gak sadar kalau aku sudah ada dalam gedung sekolah dan nyasar. Yap. Itulah kejadian bodoh pagi-pagiku. Nyasar di sekolah sendiri. Sekolahku menggunakan sistem moving-class yang berarti siswa akan pindah kelas di setiap pergantian mata pelajaran. Bodohnya, aku belum berhasil menemukan ruangan kelasku pagi itu (maklum masih belum hafal nomor ruanganya gitu).
Setelah cukup lama terombang-ambing di koridor dan diliatin kakak-kakak kelas, akhirnya aku nemu kelasku atau kelasku yang nemu aku (karena ternyata aku sudah berkali-kali lewat depan kelas itu tanpa sadar kalau itu kelasku. Bodoh). Ternyata di sana sudah banyak anak yang datang. Yah . . , seperti biasa, aku kenalan sama mereka satu-satu. Saat aku mulai mengenal mereka, aku sadar kalu ini pasti bakal seru. Gezzzz . . . , dimulailah petualangan GJ (gak jelas) tapi seru yang konyol bin aneh yang mewarnai hari-hariku.

Read Users' Comments (0)

Reborn Me

Ahoi yorobeun . . !

Hem . ., stelah hiatus cukup lama dari peradapan and ilmu ke-blogger-an, dengan GJ-nay Q posting lagi cing. he.he. :)

Nah, karena judulnya aja udah "Reborn Me", berarti nieh entri dah memasuki cerita and pemikiran baru coz secara cing Q kan dah SMA. he.he.he. XD


Cuman buat refresh ja nieh, Q bakalan ngenalin diri lagi pluz orang-orang GJ di sekitar Q yang ntar bakalan sering nongol namanya di entri" slanjutnya (kemungkinan besar sih getoh). ;p

key, As you all know guys. Nama Q Arya ato Aya (keluarga Q manggilnya gitu soalnya). Sekarang Q dah SMA and mulai menampakan tanda" ke-GJ-an. Q nak pertama dari 3 bersodara. Adek Q yang pertama namanya Galuh alias nak paling hobi dandan se-Las Vagas yang obsesi foto genik banget. Adek Q yang ke-2 namanya Sena. Nih anak sih masih kecil tapi dah usiiiill bangeeettt. Q g tau nih sifat nurun dari gen parental yang mana. Tapi yg pasti dia g mungkin ketularan mbak-nya yang paling cakep nieh. (ehem ,,, g maksud sombong. he.he.he XD

Sekarang kegiatan Q lebih padet daripada waktu SMP dulu. Yah, jadinya mungkin bakalan lebih jarang posting. But, don't worry guys . ! Blog yang ini bakalan lebih asoy . . Oyi ? ^^,

Uri Saram Fighting ! (^^,)

Read Users' Comments (0)